Jangan Tergoda Banyaknya Makanan Saat Berbuka Dan Sahur, Ini Alasannya

Join-snafu.org – Pada saat moment berbuka puasa ketika melihat banyaknya macam makanan dan juga minuman di meja banyak yang berpendapat akan menimbulkan hal negatif untuk tubuh kita.

Salah satu hal negatif yang dirasakan yakni bisa meningkatkan nafsu makan yang tidak terkontrol meskipun tidak merasa lapar setelah makan. Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) menuturkan jika kalap pada saat berbuka puasa bisa membuat asupan kalori yang dikonsumsi oleh tubuh menjadi berlebihan.

“Misalnya saat makan setelah berbuka, kebutuhan kalorinya cuma 450-500 kalori. Tapi melihat banyak makanan di meja, jadi yang sudah kenyang dan cukup, malah nambah, ambil lagi, ambil lagi, bisa melonjak kalorinya,” ujar dr Yunir, dalam diskusi media Diabetes dan Ramadan di D’Lab, Jl Riau, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Solusi dari hal tersebut yakni dengan menyajikan makanan hanya dalam porsi secukupnya saat berbuka. Untuk buka puasa cukup dengan kurma dan teh manis hangat.

Setelah berbuka, bisa disajikan menu makanan dengan gizi seimbang. dr Yunir juga mengingatkan makan sesuai kebutuhan kalori saja, tidak perlu berlebihan dengan dalih puasa karena kalori yang berlebih akan tersimpan sebagai lemak.

“Harus bisa ngerem, jangan selalu nambah mentang-mentang banyak makanan. Makannya juga jangan mie atau gorengan. Perbanyak salah dan buah,” tutupnya.


|


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *