Saraf Kejepit Yang Sering Dianggap Enteng Akan Berakibat Fatal Jika Dibiarkan

Join-snafu.org – Saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) banyak terjadi dari beberapa penyebab. Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya Saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) yakni dari faktor usia tua, kegemukan, otot yang lemah (karena jarang olahraga), gerakan tertentu, mengangkat beban berat dan gaya hidup sedenter.

HNP lebih sering terjadi pada kaum pria dibandingkan dengan para wanita. Untuk gejala pertama yang dialami bagi para penderita HNP yakni terasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada area di mana bantalan tersebut terjepit. Banyak orang yang justru menganggap enteng dan justru tidak sadar jika dirinya mengalami saraf terjepit dan hanya mengira nyeri punggung biasa.

Akibatnya, jika tak segera ditangani, HNP dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi kesehatan. Yang lebih parah adalah kerusakan saraf permanen, karena bantalan yang menonjol akan terus-terusan menekan atau menjepit saraf hingga lama-kelamaan menghentikan impuls saraf di beberapa area yang terdampak.

“Dari mulai keluhan subektif seperti nyeri, kebas, kesemutan sampai gangguan motorik: kelumpuhan (sebagian atau total), dan gangguan saraf otonom: tidak bisa menahan kencing dan berak, tidak bisa ereksi (pada laki-laki),” terang dokter bedah saraf, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, Senin (11/6/2018).

Komplikasi jangka panjang lainnya disebut saddle anesthesia. Dalam kasus tersebut, bantalan yang menonjol menekan saraf dan membuatmu kehilangan sensasi di area paha dalam, belakang kaki, dan sekitaran rektum.

Dokter yang lebih akrab disapa dr Ryu ini juga menyebutkan bahwa saraf kejepit bisa terjadi di ruas manapun di tulang belakang, namun yang lebih umum dikeluhkan adalah di bagian lumbal (punggung), cervical (tulang ekor) dan thoracal (leher).


|


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *