Pemakaian tali mooring kapal di dermaga memang sangat memberikan kemudahan. Apalagi soal kapal dengan ukuran kecil sampai besar, akan membutuhkan bantuan dalam memarkir maupun tetap menjaganya semakin aman ketika ditengah kondisi cuaca buruk. Maka dari itu pemilihan tali tambat kapal juga harus disesuaikan dengan kebutuhan para pemakainya.

Jika dulunya tali penambat kapal lebih cenderung memakai jenis bahan serat alami, kini semakin berkembangnya zaman pemakaian jenis serat alami dinilai kurang efisien. Apalagi jenis kapal yang bersandar di dermaga memang tidak bisa diprediksi. Jika kapal besar tentu saja serat alami ini mudah sekali putus terkena goncangan arus dan kencangnya angin.

Maka dari itu kini sebagian pelabuhan sudah menggunakan bahan serat sintetis sebagai bahan dari tali penambat kapal. Kandungan nilon dan polyprepylence di bahan pembuatan tali penambat dinilai lebih kua, tahan gesekan, pengaruh zat kimia dan tidak menyerap banyak air. Dan ada juga keunggulan lain yang akan dibahas pada kesempatan ini.

Beberapa Keunggulan Tali Tambat Serat Sintetis

Pemakaian tali mooring kapal jenis serat sintetis memang banyak sekali keunggulannya. Namun harus ada sistem perhitungan bahan dalam pembuatannya. Beban putus dalam sistem perhitungan akan dikalikan dengan koefisien berat beban benda atau barang. Jadi pengukuran ini akan menentukan seberapa kuatnya tali jika dipakai dalam menambat kapal.

Kelebihan dan keunggulan memakai tali tambat kapal berbahan sistetis antara lain:

  • Tali sistetis berbahan nylon memang dinilai lebih tahan api. Karena hanya akan meleleh jika terkena panas di suhu 2200 Celcius. Jika ada kebakaran dan meleleh maka tidak akan membakar sisi lainnya. Ada ukuran 20 mm hingga 20 cm sesuai kebutuhan pemakainya.
  • Bahan nylon juga dinilai sangat berdaya renggang besar dan sangat elastis. Jadi ketika dipakai dalam penambatan yang memiliki berat besar akan memanjang dan kembali keukuran semula saat ditarik kembali. Perhitungan elastisitas bahan nylon di kisaran 2,5 – 3,5 kali jika dibandingkan dengan tali manila.
  • Dalam kondisi kering, tali tambatan berbahan nylon sistetis akan lebih kuat dari tali jenis lainnya. Bahkan dalam perhitungan nilai kekuatan dan keselamatannya 5 kali lipat jika dibandingkan serat berbahan manila.
  • Dinilai lebih tahan lama dan bersih karena memiliki bahan dasar serat halus dan mengkilap. Sehingga memiliki tingkat ketahanan lebih baik jika terkena air laut, minyak dan zat lainnya.

Itulah kelebihan tali mooring kapal berbahan serat sistetis nylon. Apakah Anda sudah memahaminya? Tentunya pilihan terbaik ada dikualitasnya bukan. Semoga bermanfaat!